Ketombe : Provokator Kerusuhan

Negara tropis seperti Indonesia terkenal dengan masyarakatnya yang termperamental. Cuaca panas membuat orang mudah tersulut emosi dan terprovokasi. Banyak demo yang berujung anarkis, pertandingan sepakbola yang akhirnya ajang lempar lembing botol-botol aqua dan kerusuhan-kerusuhan lainnya yang penuh dengan orang yang emosi.

Ditambah lagi jika kita berketombe. Udara panas dan lembab bikin kepala yang ketombean tambah gatal. Nah, saking gatalnya, emosi makin menjadi-jadi. Teori darimana nih? Hihihihi bagi yang ga setuju ya gpp, saya terinspirasi menulis ini setelah membaca “The Maling of Kolor” karya Roy Saputra halaman 20, pas adegan si Ibu di copet Cuplis di pasar.

“… Kelompok ini mengejar Cuplis. Sedangkan kelompok kedua terdiri dari manusia yang hanya berniat mengejar si Maling dan menggebukinya sebagai pelampiasan yang disebabkan gatal ketombe. …”

Nah, bisa jadi kondisi kerusuhan di Indonesia ini dari yang gebukin maling sandal sampe yang gebukin orang-orang di monas terprovokasi karena gatal ketombe. Ini serius. Coba pikir, kalau dengan kepala dingin, masalah yang rumit dan kompleks bisa dibicarakan dengan damai dan pintar (teorinya). Dengan kepala yang panas plus hati yang panas plus ketombe, ya sudah…kalap.

Iklan

Angka Membawa Keberuntungan ???

Banyak orang percaya kalo angka-angka tertentu bisa membawa keberuntungan dan bisa membawa kesialan. Ga hanya di kalangan orang-orang biasa, bahkan partai-partai politik pun berharap dapat nomor urut yang bagus demi keberuntungan untuk partainya.

God !! Mo dibawa kemana moral bangsa ini (*buset, tumben yoan omongannya*) ??  Kalo tokoh parpolnya yang notabene bakal turut ngendaliin negara, percaya kalo nomor urut bisa membawa keberuntungan. Ada yang berkomentar kalo angka-angka tertentu memang ada yang udah terkenal di masyarakat, jadi mungkin gampang diingat ntar pas nyoblos.  Saya rasa pemilih udah cukup pintar kok buat tau partai mana yang dipilih. Ga perlu ngandalin nomor urut keberuntungan atau apa pun. Saat ini, seharusnya parpol udah mulai mengeluarkan komentar-komentar cerdas dan bijak, apapun pertanyaan nya termasuk tanggapan nomor urut ini. Ga seperti komentar-komentar konyol yang saya  tonton semalam, bikin tambah pusing aja, aiiihhhh…..

Angka bukan membawa keberuntungan. Tapi sugesti lah yang membuat kalian-yang-percaya itu menjadi percaya diri dan optimis. Bukan gelang, jimat, angka, tapi kita sendiri.

Tugas Sudoku

Sebenarnya ni soal final test pseudocode dari Pak Ardhi, “Create pseudocode and flowchart for solving Sudoku case” Kaget juga si, karena waktunya cuma bentar dan ga cuma itu soalnya. Untungnya, buat beberapa soal termasuk yg inih, dikerjain di rumah dan working in group. Jadi, bisa bernapas lega…

Sekarang dah beberapa minggu berlalu dan tugas Sudoku ini lum dikerjain padahal deadline Senin besok, hehehehe… Dapat referensi dari Novi tapi kok bingung bgt ya melajarinnya, ternyata algoritma buat solving Sudoku ini bermacam-macam dan yang kelompok kami pilih itu adalah algoritma yang keren (sok keren ih!), iya serius, diantara algoritma yg lain yg kami coba, yg ini lebih cepet nih, tapi melajarin algoritmanya itu butuh konsentrasi tinggi (maap, konsentrasinya pecah ma training yang lain 😦 )

G cukup nerjemahin dari coding trus dibikin pseudoceode nya, tapi kenapa kok yg bikin algoritmanya berpikir seperti itu?Lagian nerjemahinnya juga susah, hik hik…Kenapa g kita kenalan ma ni orang trus wawancara deh, “Om, Om, kok Om bikinnya kayak gini sih?”

I Love Friday

Jumat adalah hari yang paling menyenangkan dalam 1 minggu, bukan sabtu ato minggu tapi Jumat !! Kenapa?karena setelah Jumat adalah Sabtu dan Minggu, yang artinya adalah libur, horeee….Selain itu, Jumat adalah hari yang pendek dimana istirahat di hari Jumat 2 jam dari jam 12 ampe jam stgh 2, trus sorenya ada “Happy Hour”, jadi pulangnya jam stgh 5, dan di Happy Hour itu ada makan2 snack dan softdrink

Racun Mas Timi

Mas Timi telah meracuni saya tentang fotografi, dimulai dari liat-liat poto hasil jepretan mas timi lalu dia memberi link www.fotografer.net sehingga saya melihat poto-poto orang lain yang luar biasa kerennya. Kemudian, mas timi bertanya “Yoan mau belajar fotografi?”, dan saya mengangguk-angguk semangat. Mas Timi meminjamkan kameranya, saya pun memegangnya dengan sangat hati-hati (barang mahal, punya orang lagi..).  Pelajaran pertama yaitu 3 parameter dasar fotografi : diafragma, speed, dan ISO.  Pelajaran kedua adalah teknik makro. Dan pelajaran ketiga, belum ada lagi…sisanya disuruh nyoba-nyoba sendiri biar terlatih dalam menyusun komposisi, menentukan angle dan pencahayaan. Hmm..kira-kira pelajaran selanjutnya apa ya???

Giliran Reog Ponorogo di malingin

kemaren aku liat berita seputar indonesia, reog ponorogo diakuin di malaysia namanya tari barongan, sekarang ini bupati ponorogo udah melayangkan surat protes ke kedutaan malaysia. nah, menurut sumber, beliau pernah menjadi TKI di Johor(banyak basis TKI) dan pastilah ada perkumpulan2(namanya jg merantau), perkumpulan bapak itu ingin melakukan kesenian tari reog ponorogo, tapi dari pemerintahan malaysia tidak diijinkan kecuali diganti namanya menjadi tari singa barongan UMNO..barongan karena reog ponorogo itu make topeng2 barongan dan UMNO adalah partai politik terbesar di malaysia, nah karena perkumpulan bapak itu pengen tampil dan ga kepikiran yang jelek2 , maka mereka mau ganti nama asalkan tampil..jadi, mungkin (menurut bapak itu) tari barongan yang dikembangkan sekarang di Johor merupakan peninggalannya

eh, ini lho linknya web pariwisata yang ada isinya tarian barong punyanya merekahttp://www.heritage.gov.my/kekkwa/viewbudaya.php?id=469

Yogyakarta Kurang Terkenal

Tadi pagi nonton acara reportase pagi di Trans7, ada berita ttg ada pendonor yg menyumbang makanan di panti asuhan di kulonprogo, jawa timur. bukan isi berita nya yang mau saya komentari, tapi kenapa kulonprogo ada di jawa timur???ternyata ya mba nya salah, pas liputannya ditayangin, tulisan yg ada di bawahnya menyebutkan kulonprogo, yogyakarta.

duh , ya sudah gpp..saya masih maklum, tapi klo yogya dikatakan sebuah kabupaten, waduh kok ya kebangetan ya?? saya sering mendengar acara infotainment, ato acara pariwisata yg berbicara ttg sesuatu yg berhubungan dengan yogyakarta tapi mereka menyebutnya

…asal yogyakarta jawa tengah …

atau ada juga yang seperti ini

…seperti yang ada di yogyakarta jawa tengah

apa yogyakarta memang kurang terkenal ya sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta (propinsi lho, bukan kabupatennya jawa tengah)???